KEBUMEN (www.beritakebumen.info) -Pembangunan Pasar Tumenggungan kembali menimbulkan kontroversi bagi masyarakat, khususnya LSM Forum Masyarakat Sipil (Formasi). Yang menjadi sorotan adalah besarnya anggaran keamanan yang jumlahnya hampir Rp 1 miliar, tepatnya Rp 960 juta.

Jika dikalkulasi, jumlah tersebut mencapai 1,85% dari besarnya anggaran yang mencapai Rp 52 miliar. Hal ini menimbulkan pertanyaan, untuk apa dan diberikan kepada siapa uang keamanan tersebut.
“Angka ini sangat tidak wajar. Masak anggaran untuk keamanan sebesar itu. Pertanyaanya, untuk apa dan buat siapa?” tandas Fuad Habib, Bidang Advokasi LSM Formasi Kebumen, Selasa (12/6). Pemerintah daerah harus menjelaskan masalah ini.

Habib menambahkan, anggaran sebesar Rp 960 juta yang tertera dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) terkesan mengada-ada dan tidak masuk akal jika digunakan untuk biaya keamanan. Padahal dalam dokumen tersebut juga tertera anggaran sebesar Rp 45,9 juta untuk honor SKPD terkait yang mengurusi pembangunan tersebut. Honor tersebut murni di luar gaji PNS.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindangsar) Kabupaten Kebumen, Drs Sigit Basuki mengaku tidak tahu menahu masalah anggaran tersebut. H Azam Fatoni SH MSi, Kepala Disperindangsar Kebumen juga enggan berkomentar terkait persoalan tersebut.

Realisasi Pembangunan Mencapai 1,1%

Di luar permasalahan di atas, pembangunan Pasar Tumenggungan yang dimulai sejak 25 Mei lalu telah mencapai 1,1%. Project Manager pihak pelaksana proyek, Ir AR Subiyantoro mengklaim pembangunan yang dicapai pada minggu ke-2 ini melampaui target rencana sebesar 1,06%. (bk01/har/keks)

SUMBER: http://www.beritakebumen.info/2012/06/wow-anggaran-keamanan-hampir-1-m.html#ixzz25TepYzQ8