Kebumen 2 April 2013

DSC00200

Acara Workhshop Piloting pembentukan Team Koordinasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan Desa (TKPPKDesa) dan SID (Sistem Informasi Desa) yang diselanggarakan oleh Formasi dan didukung oleh Ford Foundation telah diselenggarakan 2 April 2003 di Hotel Candisari.

Peserta workhshop tersebut merupakan perwakilan dari 10 kecamatan dan 10 desa yang akan di assesment dapatkah menjadi desa pilot projek pembentukan TKPPKDesa dan SID.  dan 10 desa di 10 kecamatan tersebut jika dibagi menurut klaster geografis maka dapat dibagi 3 klaster wilayah

A.Pegunungan Berpantai

Desa Pasir Kecamatan Ayah.

B. Bonorawan

1. Desa Kalipurwo Kecamatan Kuwarasan,

2.  Desa Sidomulyo Kecamatan Petanahan,

3. Desa Pujodadi Kecamatan Bonorowo.

4. Desa Pesuruhan Kecamatan Puring

C. Pegunungan

1. Desa Pandansari Kecamatan Sruweng,

2. Desa Logandu Kecamatan Karanggayam,

3. Desa Seling Kecamatan Karangsambung,

4.  Desa Pejengkolan Kecamatan Padureso,

5. Desa Silumbu Kecamatan Kutowinangun.

Cakupan pengembangn dari pilot projek ini akan melibatkan 52 kader dari 26 kecamatan diseluruh Kabupaten Kebumen dengan periode pelaksanaan 24 bulan (1 februari 2013 sampai 31 januari 2015)

Dari ke 10 desa pilot project tersebut hampir semuanya hadir beserta perwakilan kecamatan kecuali Desa Silumbu  yang tidak mengirimkan perwakilan dalam forum tersebut.

Pilot Projeck ini merupakan upaya dari Forum Masyarakat Sipil untuk mendorong pembentukan TKPPDesa yang merupakan agenda pemerintah daerah yang merupakan amanat dalam Perda 2o Tahun 2012 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.  Dengan pembentukan pilot projeck ini diharapkan juganTKPPDesa ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan pembentukannya yaitu sebagai mitra pemerintah desa untuk percepatan penanggulangan kemiskinan dengan meningkatkan transparansi dan akses data bagi warga negara khususnya kelompok marginal untuk mendukung perencanaan dan penganggaran di tingkat desa. TKPPKDesa desa percontohan diharapkan mampu untuk mereplikasi dan meluaskan TKPPKDesa ke seluruh desa-desa di Kabupaten Kebumen.  TKPPKDesa diharapkan juga mendorong TKPPK  tingkat kecamatan dapat menjadi jembatan komunikasi percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kebumen.

Sistem informasi desa ini adalah upaya untuk meningkatkan akses data bagi warga negara di tingkat desa sehingga dapat meningkatkan mutu kebijakan terutama perencanaan dan penganggaran di tingkat desa sehingga dapat mendukung program percepatan peanggulangan kemiskinan, SID juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh pemdes. Dengan Sistem informasi yang baik juga diharapkan membentuk warga negara yang terinformasi sehingga tidak terjadi kesenjangan informasi yang mengakibatkan kesenjangan ekonomi dan mengurangi konflik-konflik sosial.

Dalam workhshop tersebut dimoderatori oleh Fuad Khabib, dengan pembicara dari BPS Bapak Sunardi, Ibu Puji Lestari dari Bapeda, Yusuf Murtiono dan difasilitatori oleh Mustika Aji dan Gunung Wiryanto. Bapak Sunardi menerangkan tentang Integrasi Pendataan kemiskinan lokal, tekhnik-tekhnik pendataan dan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pendataan, permasalahan kesenjangan sosial dan kemiskinan di kabupaten kebumen hal yang menarik adalah data dari BPS belum menjadi acuan dalam perencanaan dan penganggaran.

Ibu Puji Lestari memberikan materi Kinerja Penanggulangan Kemiskinan Daerah menjelaskan tentang permasalahan umum penanggulangan kemiskinan, strategi utama penanggulangan kemiskinan, kebijakan yang ditempuh dalam penanggulangan kemiskinan, kelembagaan TKPKD.

Dalam Diskusi yang di Fasilitatori oleh Mustika Aji dan Gunung Wiryanto peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu TKPPKDesa dan SID, beberapa outuput yang menjadi kesepakatan antar stakeholder dan warga adalah :

1. Kriteria Kader TKPPKDesa dan SID

2. Pendanaan TKPPKDesa dan SID

3. Kriteria dan mekanisme SID (hasil-hasil diskusi akan kami sajikan lebih lengkap di tulisan berikutnya)

Dari hasil diskusi tersebut akan menjadi bahan untuk mengasesment calon desa pilot projeck  pembentukan TKPPKDesa dan SID apakah memungkinkan dan memiliki komitmen untuk menjadi desa pilot project(red).