DSCF1427Kebumen-Sedikitnya 25 peserta (12 laki-laki, 13 perempuan) mengikuti pelatihan operator Sistem Informasi Desa (SID) yang digelar Lembaga Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat (LP2M) dan Forum Masyarakat Sipil (Formasi) didukung Ford Foundation di Benteng Van Der Wijck Gombong selama 3 hari (03-05 Juli 2013). 25 orang ini merupakan perwakilan dari 10 desa yang menjadi dampingan Formasi dalam Program Piloting Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKP2KDes) dan Sistem Informasi Desa (SID) dan 5 orang Community Organizer (CO) Formasi yang akan langsung mendampingi ke 10 desa tersebut.

Adapun 10 Desa tersebut adalah Desa Pasir Kecamatan Ayah, Desa Pesuruhan Kecamatan Puring, Desa Kalipurwo Kecamatan Kuwarasan, Desa Kalibeji Kecamatan Sempor, Desa Logandu Kecamatan Karanggayam, Desa Seling Kecamatan Karangsambung, Desa Pandansari Kecamatan Kuwarasan, Desa Sidomulyo Kecamatan Petanahan, Desa Pandanlor Kecamatan Klirong dan Desa Pejengkolan Kecamatan Padureso, yang mana ke sepuluh desa tersebut merupakan perwakilan dari 5 klaster kemiskinan yang ada di Kebumen yaitu kluster pegunungan, pegunungan pesisir, pesisir, bonorawan, pegunungan dan perkotaan.

Dengan kerjasamana antara Formasi dan Combine Resource Institute (CRI) Jogja diharapkan SID dapat dikembangkan sehingga dapat memotret potensi desa, menyelaraskan kebijakan perencanaan dan penganggaran desa dan menjadi sarana informasi dan komunikasi pemerintah desa dengan masyarakat. Sehingga SID bukan hanya membantu pemerintah desa dalam meningkatkan administrasi kependudukan dan pelayanan surat menyurat tetapi SID dapat berfungsi mempertajam kebijakan pemerintah desa dan mempercepat penanggulangan kemiskinan. Hal tersebut dikarenakan kebijakan pemerintah desa dan percepatan penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilepaskan dengan tersedianya data yang akurat.

Menurut Dewi Amsari, Koordinator SID dari CRI Jogja yang juga menjadi nara sumber pada pelatihan tersebut menyampaikan bahwa SID yang sudah dibangun oleh CRI sudah sampai pada SID versi 3.0 dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan karena aplikasi ini merupakan aplikasi terbuka dan tidak berbayar (open source) sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. “Kami akan membantu untuk menyediakan kamar-kamar yang dibutuhkan SID di Kebumen”, sahutnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Operator SID yang sudah diamanatkan oleh pemerintah desa melalui SK Kepala Desa dapat mengoperasikan SID dan mengelola data yang ada di desa khususnya data kemiskinan desa, seperti yang disampaikan oleh Penanggungjawab Formasi, Yusuf Murtiono dalam sela-sela kegiatan, “karena ini merupakan 10 desa piloting, maka kami akan memfasilitasi setiap tahapan kegiatan yang dibutuhkan oleh desa termasuk memfasilitasi training dan perangkat yang dibutuhkan untuk membangun SID”.