formasi transparansi

 

 

Acara Technology and Budget Transparency Event yang diselenggarakan oleh Hivos dalam program Southeast Asia Technology and Transparency Initiative (SEATTI) yang digawangi oleh Shita Laksmi dan Dody Priyambodo pada tanggal 29-31 July 2013 di Hotel Mercure Jakarta Selatan berlangsung menarik dan menyenangkan. Acara ini difasilitasi oleh Allen Gunn, Misty dan Dirk Slater dari Aspiration, Boby Soriano dari Tactical Tech dan teman dari Engange Media. Fasilitator menggunakan cara partisipatif sehingga materi diskusi dan jalannya diskusi di tentukan oleh peserta, maka tidak aneh jika pada sebelum mulainnya acara peserta bertanya-tanya dengan jadwal materi yang tidak mereka dapatkan.

Peserta diskusi ini terdiri dari element NGO yang bergerak dalam transparansi anggaran dan NGO yang bergerak dalam penyedia teknologi yang berasal dari dua negara Indonesia dan Filipin.Acara ini mencoba mengawinkan teknologi dan transparansi. Teknologi informasi yang selama ini selalu bernuansa eksak digunakan untuk alat perubahan sosial yakni masuk melalui transparansi anggaran. Dengan dibantu teknologi informasi diharapakan dapat membantu penyebarluasan dan simplifikasi anggaran sehingga anggaran bukan lagi menjadi hal yang tabu dan asing bagi masyarakat. Dengan adanya informasi anggaran ini maka diharapkan akan adannya kesadaran dari masyarakat sehingga akan meningkatkan akuntabilitas dengan monitoring dan partisipasi. Dengan demikian rakayat (konstituen) tetap menjadi konstitusi yang hidup (life constitution) dalam melaksanakan demokrasi permusyawaratan perwakilan (deliberative democracy). Anggaran sendiri merupakan hal yang sangat strategis sebagai alat administrasi keadilan dimana anggaran menjadi darah bagi kebijakan, kebijakan yang pro keadilan tanpa didukung anggaran yang baik sama saja dengan omong kosong belaka.

Hal-hal yang menarik dalam event tersebut adalah bagaimana pemerintah Filipina memiliki kemauan untuk transparans bahkan telah menyajikan data anggaran sampai pada bagaimana pengaruhnya pada ekonomi Negara. Bagi peserta Filipina Bottom up Budgeting menjadi hal yang spesial karena belum terinstitusionalisasi dalam kerangka regulasi di Fillipina.

Garis besar berlangsungnya acara adalah sebagai berikut  hari pertama merupakan sharing tentang strategi dari masing-masing peserta tentang bagaimana membuka ruang transparansi dan partisipasi, hari kedua merupakan paparan program transparansi dan para penyedia jasa teknologi informasi. Hari terakhir merupakan bagaimana kelompok transparansi dan penyedia jasa teknologi informasi dapat berkolaborasi dalam berbagai isyu yang didiskusikan dalam kelompok kecil. Beberapa rencana tindak lanjut dari kegiatan kemarin adalah sharing data dan best practice dari transparansi anggaran melalui media informasi, pertemuan lanjutan atau SEATTI even jilid II, dan membangun jaringan kolaborasi transparansi anggaran antara kelompok advokasi anggaran dan penyedia jasa informasi. Shita Laksmi menambahkan agar forum ini dapat merangkul Indonesia dan Filipina asaja tetapi juga Negara ASEAN serumpun lainnya seperti Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Malaysia.

Berikut merupakan daftar peserta dari Filipina :

CODE-NGO, Philippine Partnership for the Development of Human Resources in Rural Areas (PHILDHRRA), Partnership of Philippine Support Service Agencies (PHILSSA), Western Visayas Network of Social Development NGOs (WEVNet), Mindanao Coalition of Development NGO Networks (MINCODE), International Center for Innovation, Transformation and Excellence in Governance (INCITEGov), Foundation for Media Alternatives (FMA), Tactical Tech, and Engage Media.

Peserta dari Indonesia : PATTIRO, Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG), Transparency International, Formasi, IDEA, Combine Resource Institution, ICT Watch, Yayasan Air Putih,  and Beritagar.

BQikcB0CYAAGQY2