Pada tanggal 9 September 2012, Pukul 20.00 WIB Focus Group Discussion (FGD) pembangunan drainase pasar purwogondo yang diselenggarakan oleh pemerintah desa, di balai desa Kalipurwo. Pertemuan tersebut mengundang Anggota BPD yang diwakili oleh ketua BPD yakni Bpk Gondo, Ketua LKMD yakni Bpk Muharom, Wakil dari PNPM Bpk Muharom Ngibadi, Kadus Purwogondo Bpk Heri dan Perwakilan warga yang terkena dampak yakni Bpk BPk Muslimin, Bpk Akbar Nugroho, Bpk Marun. Dalam diskusi tersebut Kepala Desa Kalipuwo  Bpk Sugito menjelaskan kronologis pembangunan drainase pasar purwogondo bahwa, pembanguan pasar purwogondo telah masuk dalam RKP Desa  2013, dan proses perencanaan pembangunan ini sebenarnya telah masuk dalam RKP Desa 2010 dan APBD 2010, namun demikian keterbatasan dana dan belum adanya bantuan dari PNPM maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen, mengakibatkan program pembangunan drainase pasar purwogondo tidak dapat terlaksana, walaupun sudah masuk dalam prioritas ke tiga skala desa PNPM. Dari pendalaman wawancara yang dilakukan oleh penulis dari wawancara dengan Kadus Heri bahwa perencanaan pembangunan drainase pasar purwogondo telah direncanakan dalam RPJM Desa 2007 yang telah didampingi oleh Formasi.

Volume pembangunan drainase  pasar purwogondo adalah seluas satu meter dan sepanjang 300 meter. Pembangunan drainase tersebut bertujuan untuk mengalirkan genangan air yang membuat becek lingkungan pasar dan memperlancar buangan limbah rumah tangga. Semua warga yang hadir dan lembaga pemerintahan desa  menyetujui pembangunan tersebut.  Warga masayarakat dalam FGD tersebut memberikan beberapa usulan yang disetujui bersama oleh unsur masyarakat dan unsur pemerintah desa yakni lubang drainase tersebut harus ditutup dan beberapa bagian diberi katup yang dapat dibuka sehingga jika mampet dapat dibersihkan segera. Warga yang dilewati oleh drainase desa harus ikut menjaga perawatan drainase tersebut.

Setelah diskusi selesai Bpk Triono mengungkapkan bahwa pasar telah melakukan pencemaran sampah di lingkungan masjid namun kemudian terungkap bahwa yang melakukan pencemaran sampah dilingkungan masjid adalah pengurus parkir takmir masjid. Dan dalam diskusi ringan muncul ide pembangunan parkir  yang akan mengatasi kemacetan di jalan pasar purwogondo yang terjadi tiap pagi, dan dari diskusi tersebut diketahui bahwa pembanguan parkir dapat terlaksana dan akan segera dibuatkan perdes.

Dengan demikian pembangunan drainase pasar purwogondo yang dilakukan melalui perencanaan yang partisipatif dan memilki ketertiban dokumen dapat terlaksana walaupun perlu menunggu hingga periode RPJM Desa Berikutnya. Perencanaan dan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa Kalipurwo telah bersifat partisipatif, sehingga wargapun memiliki kesadaran untuk membangun lingkungannya.  Dan dari pertemuan warga kemudian dapat tergali masalah-masalah baru dan dapat diklarifikasi kebenaran yang sesungguhnya sehingga terjadi keharmonisan hubungan antar masyarakat.

Penulis:  CO Formasi