DSCF6196Sebanyak sepuluh desa diKabupaten Kebumen menjadi pilot project program system informasi desa (SID), program ini merupakan hasil kerjasama Pemkab Kebumen dengan Formasi, dan Combine Resorce Institut dengan dukungan dari Ford Foundation dan Seatti. Program tersebut secara resmi dilaunching dengan ditandai penandatanganan MoU antara Pemkab Kebumen, Formasi dan CRI, selain itu ditandai pula dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupatu Djuwarni di Pendopo Kabupaten Kebumen.

Kesepuluh desa yang menjadi pilot project yaitu, desa Pasir Kec. Ayah, Desa Kalipurwo Kec. Kuwarasan, Desa Kalibeji Kec. Sempor, Desa Pesuruan Kec.Puring, Desa Pandansari Kec. Sruweng, Desa Logandu Kec. Karanggayam, Desa Seling Kec. Karangsambung, Desa Pejengkolan Kec. Padureso, Desa Sidomulyo Kec. Petanahan dan Desa Pandanlor Kec.Klirong.

Yusuf Murtiono, selaku Pimpinan program Formasi mengatakan SID adalah mandate dari UU Desa yang wajib difasilitasi oleh Pemda, adanya SID ini juga untuk lebih meningkatkan tata kelola pemerintahan desa yang baik sekaligus media penyaluran informasi desa kepada masyarakat luas. Direktur CRI, Akhmad muharram menambahkan program SID sebagai wujud komitmen Pemkab Kebumen menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) kembali dibuktikan dengan menerapkan SID.

Transparansi dan partisipasi yang menjadi prinsip dalam system pengelolaan data ini menjadi input dalam pengambilan kebijakan perencanaan di desa. selain dilevel desa Formasi, CRI dan Pemkab juga akan menginisiasi penerapan open data ditingkat Kabupaten dimulai dari sector pertanian dan pendidikan. Penerapan SID dan open data ditingkat Kabupaten ini akan mengagresiasikan dalam satu system pengelolaan data yang berbasis partisipatif yang akan berdampak pada peningkatan transparansi dan akurasi. Data base yang baik akan dijadikan landasan dalam perencanaan pembangunan sehingga lebih efektif dan tepat sasaran terutama di dua sector (pendidikan dan pertanian) sebagai upaya mengurangi angka kemiskinan, di Kabupaten Kebumen yang masih diatas 20%.

system ini dapat dikembangkan lebih luas, sehingga dibutuhkan kesiapan pemahaman dan komitmen yang sama oleh semua pemangku kepentingan dari level desa hingga daerah. selain penguatan kapasitas secara tekhnis, paradigma penguatan partisipasi menjadi tantangan sekaligus kuci menuju perbaikan.

Pemkab Kebumen telah menunjukan komitmen dan kami siap membantu karena ini tugas kita semua yang ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih dan membawa rakyat pada kesejahteraan, kata Wakil Bupati Djuwarni, beliau juga meminta sepuluh desa yang menjadi pilot project dapat menularkannya ke desa-desa lain, karena penggunaan teknologi penting dilakukan untuk kemajuan bersama. (F1)