Bagiku membiacarakan desa selalu menarik, mungkin karena aku memang dilahirkan, dibesarkan dan sampai saat ini masih tinggal di desa. Walaupun sering oleh orang orang kota disindir sebagai orang “desa/udik”, dalam artian terbelakang, wawasan sempit, petani dan seabreg keterbelakangan lainya. Tapi biarlah toh kalau semua desa mogok Negara juga akan macet.

Seperti siang tadi (kamis 9 Agustus 2012) ketika menemani kunjungan DPRD Malinau Propinsi Kalimatan Timur ke Desa Pandansari Kec. Sruweng.
Tiba tiba saja di hati ini muncul kegairah, semangat dan kebanggan sebagai orang desa di sela sela diskusi dan tukar pengalaman tentang kehidupan di desa.