Pesuruan (28-12-2013), Konsultasi publik draft Raperdes BUM Desa telah di konsultasikan di Balai Desa Pesuruan tanggal 28 Desember 2013 Pukul 9.00-12.00. Dalam konsultasi publik dihadiri oleh narasumber dari Kecamatan Puring, Kasubid bidang pendapatan Desa Bapermades Ibu Yuliana dan Yusuf Murtiono dan juga Junaidi dari Formasi. Peserta konsultasi publik berjumlah 43 0rang (32 laki-laki, 11 perempuan) yang terdiri dari unsur warga miskin, tokoh masyarakat, BPD dan Pemdes. Dalam Diskusi tersebut Ibu Yuliana mengetengahkan bahwa BUM Desa bertujuan untuk meningkatkan pendapatan desa dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat. Adapun contoh sukses dari BUM Desa adalah BUM Desa Petanahan yang memilikiusaha andalan produk dari kelapa, diantaranya adalah Nata De Coco, Virgin Coconut Oil dan produk-produk dari olahan kelapa lainnya. Selain produk andalan tersebut BUM Desa juga mengurusi Pasar Desa dan perdagangan elektronik.Kunci keberhasilan dari BUM Desa Petanahan adalah sudah banyaknya pelaku ekonomi di petanahan dan kemauan pengurus bersusah payah mengkoordinasikan kelompok-kelompok usaha tersebut.

Bapak Yusuf Murtiono mengatakan pendirian BUM Desa adalah langkah strategis dengan adanya RUU Desa dengan aturan 10 % dari DAU maka di Kabupaten Kebumen yang memiliki DAU 980 M Desa akan menerima 98 M yang akan dibagi ke 449 desa yang berarti desa kurang lebih akan mendapat 200 juta jika dibagi rata.  Hal itu masih ditambah dengan 10 % dana pusat yang di transfer daerah  yakni sebesar 60 T dengan jumlah desa 70.000 an maka desa akan mendapat 412 juta sehingga total dana yang akan diterima desa sebanyak 612 jura.  Dengan adanya dana tersebut adalah peluang bagi desa untuk mandiri. Yusuf murtiono juga menekankan ketaatan proses pelaksanaan pembentukan perdes yang menjadi salah satu tahapan pembentukan BUM Des di pesuruan. Dianatarannya adalah proses selanjutnya yang harus dilalaui adalah penyempurnaan perdes oleh desa, kemudian diserahkan ke BPD agar BPD membahas rancangan perdes tersebut sendiri dan dapat juga memanggil warga kemudian diakhir dengan persetujuan bersama BPD dan Pemdes dan penetapan. Yusuf Murtiono juga menekankan untuk adanya penyesuaian dengan RUU Desa yang telah ditetapkan dan menunggu UU Desa selesai di tetapkan sehingga tidak perlu repot mengubah perdes BUM Desa untuk penyesuaian. Contoh halnya adalah asas-asas BUM Desa dengan asas gotong royong dan kekeluargaan dimasukan saja.

Setelah paparan dari narasumber dilanjutkan pembahasan perdes yang di fasilitasi oleh Masnan sebagai salah satu tim perumus dan juga anggota BPD, dalam pembasan tersebut yang diketengahkan adalah prosentase bagi hasil laba bersih dan beberapa hal dari pengelolaan BUM Desa, diakhir pembicaraan R. Edy Akbar sebagai pendamping mengajukan wacana pentingnya BUM Desa untuk memberikan fokus pada produk unggulan desa (keunggulan komparatif) sehingga BUM Desa pesuruhan dapat berjalan dan produk unggulan tersebut dapat menjadi pengenal BUM Desa pesuruan adalah BUM Desa yang bergerak di bidang Peternakan sapi ataukah pertanian misalnya. Beberapa pendapat ada yang menginginkan fokus atau andalan dari pesuruhan adalah ternak sapi dan pertanian ada pula yang mewacanakan tempe. Namun dalam forum tersebut pendapat yang kuat adalah sapi karena keberhasilan kelembagaan IDT Gaduhan sapi yang bertahan sejak.tahun 1992. Junaidi berpendapat agenda selanjutnya adalah sosialisasi Rancangan Perdes untuk memberikan masukan dan mencari calon Direksi BUM Des yang tepat. Setelah penandatanganan berita acara konsultasi publik Draft Perdes BUM Des selesai maka acarapun rampung. Dengan adanya proses di Desa Pesuruan semoga menjadi penyemangat 9 Desa dampingan formasi juga mulai bergerak untuk membentuk BUM Desa untuk menyongsong UU Desa. Terutama Desa Kalipurwo yang telah mencantumkan dalam RPJMDes 2012-2017 dan RKP Tahun 2014.

RED

familia