indikator kemiskinanPeraturan Bupati (Perbub) tentang Indikator Kemiskinan Lokal segera ditetapkan paling lambat akhir Mei ini. Saat ini perda tersebut sudah dalam pembahasan di Kabag Hukum Setda. Kasubid Kesra Kantor Bappeda Kebumen, Puji Lestari SSos MPA mengatakan, indikator lokal ini memuat 23 katagori kemiskinan.

Semuanya termasuk kondisi rumah, mata pencaharian, pendapatan, makanan, kekayaan yang dimiliki dan lain sebagainya. Ia juga menjelaskan bahwa selain indikator lokal itu, juga masih berpegangan pada 14 indikator nasional yang ditetapkan oleh BPS Pusat.

”Intinya indikator lokal ini menyempurnakan indikator nasional yang sudah baku,” katanya.

Menurutnya, 14 indikator nasional itu masih banyak kelemahan dan kekurangannya, karena setiap daerah tidak sama kretaria kemiskinannya. Jangankan setiap daerah, setiap desapun berbeda indikator kemiskinannya. Untuk itu, guna menentukan kevalidan tentang katagori kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Kebumen perlu mengeluarkan melalui Peraturan Bupati tentang indikator lokal. Dengan memakai indikator lokal, pemkab akan melibatkan semua unsur masyarakat, mulai dari tingkat RT, RW dan Desa.

”Sehingga diharapkan, hasil pendataan  nanti benar-benar tepat sasaran. Tidak seperti terjadi pada pendataan sebelumnya yang hanya memakai 14 indikator kemiskinan,” jelasnya.

Koordinator SAPA untuk wilayah Jateng II, Kebumen dan Kulon Progo, Gunung Wiryanto menambahkan, selama ini telah banyak terjadi kesimpang siuran data tentang kemiskinan. Seperti data kemiskinan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantua Langsung Masyarakat (BLSM) akan berbeda dengan data kemiskinan yang ada di Jamkesmas atau BPJS Kesehatan. Untuk itu, dengan adanya indikator kemiskinan lokal nanti akan mengeneralisir semua data kemiskinan yang ada Kebumen.

”Semua data kemiskinan di kabupaten Kebumen, akan mengacu pada data kemiskian lokal. Nantinya tidak akan terjadi kesimpang siuran data lagi,” ujarnya, kemarin.

Data kemiskinan indikator lokal ini, kata dia melanjutkan, akan disimpan dalam Sistim Informasi Menejemen (SIM) dan dapat diakses secara nasional bahkan dunia.

” Kami selaku koordinator penanggulangan percepatan kemiskinan beharap, dengan pendataan indikator lokal ini dapat tepat sasaran dan secara bertahap kemiskinan di Kebumen akan terus berkurang,” tuntasnya.(F1:KE).