welfare-620x400

 

 

 

 

Pesuruan, Pada Tanggal 26 Desember 2013 pukul 20.00-23.30.00 di Balai Desa Pesuruan, Kecamatan Puring dilaksanakan FGD pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pemerintah desa, BPD dan Ketua Team Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Desa (TKP2KDes) beberapa tokoh masyarakat, dan Manager Program TKP2KDes dan SID Junaidi. FGD ini membahas persiapan Konsultasi publik Perdes BUMDes  yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2012 di Balai Desa Pesuruhan. Pada pertemuan tersebut yang dibahas antara lain bahwa Pembentukan BUMDes sudah tercantum dalam RPJMDes desa pesuruhan dan APBDes Tahun 2013. Dalam perencanan maksud pendirian BUMDes adalah menuju pada Kemandirian ekonomi Pemerintahan Desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam dinamika forum ada dua pendapat utama terkait teknis pembentukan, pendapat pertama dari perumus menginginkan bahwa acara pada tanggal 28 Desember langsung penetapan dan pemilihan Direksi BUMDes, sedangkan pendapat kedua dari Yanto dan Ketua BPD perangkat desa pesuruhan menginginkan adanya proses sosialisasi terlebih dahulu dan inventarisir asset desa yang ada di masyarakat. Dalam proses musyawarah kemudian disepakati bahwa dalam pertemuan mendatang akan digunakan sebagai konsultasi public dan pemilihan Team pembentuk yang akan bekerja menginventariskan kekayaan desa dan pemilihan formasi BUMDes sampai dengan pembentukan AD/ART.   Team Tersebut juga yang akan memperbaiki draft perdes BUMDes. Dalam pertemuan tersebut juga di jelaskan bahwa di pasuruan dana IDT (inpres desa tertinggal) sejah tahun 1992 samapai sekarang masih berjalan dan kelembagaannya pun masih berjalan sampai sekarang. Karena IDT tersebut juga masyarakat dapat memiliki sapi dengan cara gaduh ataupun membeli sapi hanya cukup dengan membayar 40 % dan Sisa 60 % lagi cukup dengan memberikan bibit anak sapi tersebut. Dari dana harga sapi  40 % tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli sapi lagi dewasa; maka perguliran sapi tersebut dapat cepat sehingga kebanyakan dari sapi yang ada di desa pesuruhan merupakan hasil dari gaduhan. Dalam pertemuan tersebut dijelaskan harapan dari ketua BPD bahwa nantinya BUMDes dapat berperan dalam penyehatan administrasi dana IDT tersebut dan dana perguliran di desa. Pertemuan tersebut diakhiri setelah pembahasan draft Perdes BUMDes selesai dan disepakati bahwa yang hadir dalam pertemuan akan mengawal pembentukan BUMDes.