Kehadiran kelompok marginal dan perempuan dalam forum-forum pertemuan dusun dan desa di Desa Sikasur dan Desa Kuta Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang relatif tinggi. Mereka telah mendapatkan kesempatan dari pemerintah desa untuk menyampaikan suara mereka secara apa adanya dan sikap mendengarkan dan menanggapi dengan baik sudah ditunjukkan oleh aparat pemdes.

Dahulunya tidak pernah diketahui dan disadari bahwa mereka perlu terlibat dalam forum-forum pertemuan dusun dan desa terkait perencanaan pembangunan desa dan kebutuhan mereka perlu direspon oleh pemerintah. Aparat pemerintah desa pun demikian, mereka berpikir bahwa hanya merekalah yang tahu dan menguasai tentang kebutuhan-kebutuhan pembangunan desa.

Sunar warga Difabel Desa Sikasur yang aktif terlibat di Musyawarah Desa

Formasi membekali aparatur pemerintah desa tentang bagaimana implementasi Undang-Undang Desa dalam sebuah pelatihan yang dibiayai oleh Pemerintah Kecamatan Belik setelah Camat menyadari bahwa apa yang dilakukan Formasi untuk 2 desa intervensi program dan 1 desa tetangga telah membantu aparatur pemerintah desa untuk memahami implementasi Undang-Undang Desa.

Pelatihan ini dihadiri oleh aparatur pemerintah desa termasuk dari Desa Kuta, Desa Sikasur dan Desa Belik. Aparatur pemerintah desa memahami tentang perlunya partisipasi masyarakat termasuk kaum disabilitas dalam perencanaan pembangunan desa. Aparatur pemerintah Desa Sikasur menunjukkan komitmennya untuk menjemput dan mengantar Bapak Sunar (keterbatasannya sebagai difabel) hadir dalam musyawarah dusun.

Kepercayaan diri untuk menyampaikan aspirasi sudah ditunjukkan oleh kelompok disabilitas dan perempuan setelah dibimbing oleh Formasi. Sampai dengan saat ini kelompok disabilitas terlibat juga mengawal dan memastikan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan berpihak kepada kelompok disabilitas.