PEDOMAN DAN CONTOH PENGHITUNGAN

DANA DESA SETIAP DESA

DASAR PENGHITUNGAN

Dalam melaksanakan penghitungan Dana Desa setiap Desa, Pemerintah Kabupaten/Kota mengacu pada ketentuan sebagai berikut :

Ketentuan terkait sumber dana, model perhitungan, variabel dan bobot yang digunakan dalam perhitungan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 dan Pasal 8 Peraturan Menteri Keuangan ini, yaitu :

Sumber Dana Desa yang digunakan dalam penghitungan Dana Desa setiap Desa berasal dari rincian Dana Desa setiap kabupaten/kota sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden tentang Rincian APBN/APBN-P.

Dana Desa setiap Desa dihitung berdasarkan:

  1. Alokasi Dasar, yang merupakan alokasi yang dibagi secara merata kepada setiap Desa dari pagu Alokasi Dasar seiap kabupaten/kota; dan
  2. alokasi yang dihitung dengan memperhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis setiap Desa (yang selanjutnya dalam pedoman ini disebut “Bagian Formula”), dengan bobot sebagai berikut :
  • 25% (dua puluh lima per seratus) untuk jumlah penduduk;
  • 35% (tiga puluh lima per seratus) untuk angka kemiskinan;
  • 10% (sepuluh per seratus) untuk luas wilayah; dan
  • 30% (tiga puluh per seratus) untuk tingkat kesulitan geografis.

 

Ketentuan terkait rumus/formulasi yang digunakan dalam perhitungan sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Peraturan Menteri Keuangan ini, yaitu :

Rumus DD

TATA CARA PENGHITUNGAN

Agar penghitungan Dana Desa setiap Desa berjalan tertib, transparan dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, maka diperlukan langkah-langkah operasional (tahapan) sebagai berikut:

TAHAP PERSIAPAN

Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan meliputi penyiapan dokumen dan data terkait serta file excel kertas kerja (worksheet) penghitungan.

Rincian kegiatan tersebut sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan dokumen, data dan informasi yang diperlukan dalam proses penghitungan yaitu :
    • Dokumen rincian Dana Desa setiap kabupaten/kota (Pagu Dana Desa kabupaten/kota) sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden tentang Rincian APBN/APBN-P.
    • Dokumen yang berisikan informasi jumlah penduduk desa, angka kemiskinan desa, luas wialayah desa, dan tingkat kesulitan geografis yang direpresentasikan dalam bentuk data indeks kesulitan geografis
  2. Menyiapkan kertas kerja (worksheet) dalam bentuk file excel
  3. Menyiapkan folder penyimpanan dokumen, data dan informasi terkait serta cetakan kertas kerja (worksheet) dan file excel hasil perhitungan.
  4. Kertas Kerja (worksheet) penghitungan Dana Desa setiap Desa disusun dengan format sebagai berikut :

Worksheet DD

Lebih lanjut