Sedikitnya 80 orang mengikuti kegiatan Sosialisasi Aplikasi SIM Data Kemiskinan Daerah Kabupaten Kebumen yang dilaksanakan selasa (12/11) di Hotel Candisari Karanganyar.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Kebumen tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, Adi Pandoyo SH, M.Si. Dalam sambutan bupati yang dibawakan oleh Adi Pandoyo SH M.Si, Bupati Kebumen mengapresiasi terhadap SIM Data Kemiskinan Daerah karena data kemiskinan merupakan hal yang sangat vital untuk pembuatan kebijakan ditingkat daerah, khususnya terkait kebijakan penanggulangan kemiskinan. Selain itu kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari munculnya Perda No 20 Tahun 2012 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang harus didukung semua pihak, maka diperlukan adanya integrasi antara SIM Data Kemiskinan Daerah dengan Sistem Informasi Management yang sudah ada di Kebumen.

Dalam Paparan Bappeda Kabupeten Kebumen yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pemerintahan, Sosial dan Budaya, Drs. Isnadi MAP menyampaikan terkait dengan Draft Raperbup tentang Kriteria dan Pendataan Penduduk Miskin yang mana merupakan amanat Perda No 20 Tahun 2012 Pasal 6 ayat 1 (satu) dan Pasal 7 ayat 1 (satu). Dari sanalah Bappeda menginisiasi untuk membuat Sistem Informasi yang bisa mengelola data penduduk miskin dengan baik. Secara teknis, Aplikasi ini nantinya akan menampung data penduduk miskin baik di tingkat desa dan kecamatan. Sehingga setelah dilakukan pendataan, hasilnya akan diinputkan oleh desa dan kecamatan. “Entri data penduduk miskin akan dilakukan ditingkat desa, kabupaten hanya merekap hasil dari semua desa” papar Isnadi.

Kegiatan yang dihadiri oleh unsur Kepala SKPD, Kasi Kesra Kecamatan, Kepala Desa 10 desa pilotting, Perguruan Tinggi, LSM dan masyarakat tersebut juga menampilkan beberapa gambaran dan bentuk SIM Data Kemiskinan Daerah yang disampaikan oleh Deni, Konsultan Aplikasi tersebut. Secara teknis SIM tersebut dibuat semudah mungkin agar desa sebagai yang menginput data bisa mengoperasionalkan dengan mudah. Selain itu agar mempermudah desa, SIM tersebut juga menggunakan aplikasi berbasis web yang dapat diakses baik offline maupun online.

Harapannya dengan data yang akurat dan update dapat menghasilkan informasi dengan akurat juga yang nantinya informasi tersebut dijadikan pijakan untuk menyusun sebuah kebijakan.