DSCF9024KEBUMEN – Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kebumen hingga 2015 banyak yang belum tercapai. Namun, Pemkab justru menganggarkan untuk pembangunan gedung kantor dan pengadaan kendaraan dinas. Padahal, semua itu bukan prioritas pembangunan yang diamanatkan dalam Perda RPJMD 2010-2015.
Besarnya pengadaan kendaraan dinas pada tahun 2015 dianggarkan Rp 4.111.155.000 atau setara dengan pengadaan 27 unit mobil Toyota All New Avanza atau 337 unit sepeda motor Yamaha Vega R. Padahal, pada 2014 telah dialokasikan pengadaan kendaraan dinas Rp 7.445.800.000. Adapun untuk pembangunan gedung kantor Rp 70.741.509.000,-. “Seharusnya tidak diarahkan untuk itu (pembangunan gedung kantor dan pengadaan mobil dinias-Red),” kata Penanggung Jawab Program Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kabupaten Kebumen Fuad Habib saat mengisi Training Analisi dan Advokasi RAPBD 2015 di Benteng Van Der Wijk Gombong, Kebumen, Rabu-Kamis (3-4/12).
Menurutnya, itu merupakan pemborosan yang berdampak pada peningkatan alokasi belanja Bahan Bakar Minyak (BBM). Kemiskinan Tinggi Selain itu, katanya, gedung kantor dianggap masih layak. Di sisi lain, angka kemikinan di kabupaten berslogan Beriman ini masih tinggi yakni 19,56 persen dari jumlah penduduk 1,3 juta jiwa. Angka kematian ibu melahirkan pun masih cukup besar yakni 71,84 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi 9,53 per 1000 kelahiran hidup. Namun penanganan masalah kematian bayi dan ibu melahirkan itu justru kurang diperhatikan. Padahal merupakan amanat dari Perda RPJMD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). “Pada indikator yang lain, pertumbuhan ekonomi juga menurun, yakni masih di angka 5 persen, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 6,2 persen,” imbuhnya.
Training Analisa Advokasi RAPBD 2015 ini diikuti oleh perwakilan dari pemerintah desa, organisasi keagamaan, LSM, dan perguruan tinggi. Hadir pada acara tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Miftahul Ulum yang juga Fraksi PKB, Sekretaris Fraksi Gerindra Ma’rifin, Sekretaris Fraksi NasDem Sarwono, dan Perwakilan Fraksi PAN Hartono. Adapun dari perwakilan Fraksi PDIP Golkar, Demokrat, dan Fraksi Keadilan Nurani DPRD Kabupaten Kebumen tidak hadir. “Padahal moment pertemuan ini sangat penting sebagai bahan masukan dalam pembahasan di Dewan,” kata salah satu peserta, Farhan. (K5-42)

sumber : Suaramerdeka